Kisah kita bermula pada 1949, ketika enam pastor muda Kongregasi Murid-Murid Tuhan (CDD) tiba di Pontianak dari Taiwan atas undangan Mgr. Tarcisius van Valenberg, OFM Cap. Tergerak melihat kaum muda yang membutuhkan pendidikan, mereka bercita-cita mendirikan sekolah, dan masyarakat Pontianak bergotong royong mewujudkannya.
Tahun 1950 berdirilah Kunzhong (Kun Tian Chung Sie, Pontianak Middle School) di Jalan Cempaka, yang kini bernama Jalan Juanda. Pada 1964 Yayasan Pendidikan Kalimantan resmi berdiri, dan sekolah menengahnya menjadi SMP/SMA Santu Petrus yang kini menempati Jl. K.S. Tubun No. 3, Pontianak.
Dari satu sekolah, Kunzhong tumbuh menaungi PG-TKK, SD, SMP, SMA, hingga SMK. Prestasi terus diukir: langganan wakil Kalimantan Barat di Olimpiade Sains, pelopor ujian nasional berbasis komputer di provinsi ini, dan 11 kali juara kompetisi basket DBL. Semangat yang sama kini diteruskan para alumninya ke seluruh dunia.
Enam pastor Kongregasi Murid-Murid Tuhan (CDD) datang dari Taiwan atas undangan Vikaris Apostolik Mgr. Tarcisius van Valenberg, O.F.M. Cap. Melihat kaum muda Pontianak membutuhkan pendidik, mereka bertekad mendirikan sekolah meski belum punya dana sepeser pun. Masyarakat tergerak dan menyisihkan hartanya; cita-cita itu menjadi nyata.
Sebuah SMP berbahasa Mandarin bernama Pontianak Middle School, Kun Tian Chung Sie, disingkat Kunzhong, mulai beroperasi di Jalan Cempaka (kini Jalan Juanda). Sekolah perdana ini diasuh Pastor Ma, CDD, dibantu Panitia Pendidikan Kunzhong yang diketuai Ng Ngiap Liang.
Yayasan Pendidikan Kalimantan resmi berdiri, diketuai dr. Bong Muk Siong. SMP/SMA Kalimantan berganti nama menjadi SMP/SMA Santu Petrus, berlokasi di Jl. K.S. Tubun No. 3, Pontianak.
Pastor Lodewijk Tshie, CDD memegang estafet karya pastoral bagi Kunzhong dan gencar berbenah: berdirinya SMK Santa Maria, Rumah Retret Costantini, Gedung Sentra Belajar dan Aula Besar di Jalan K.S. Tubun, serta Gedung PG-TKK-SD di Jalan Juanda.
Kunzhong kini menaungi PG-TKK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Siswanya menjadi langganan wakil Kalimantan Barat di Olimpiade Sains, tim basketnya menjuarai DBL sebelas kali, dan sekolah ini menjadi pelopor ujian nasional berbasis komputer di Kalimantan Barat.